Deskripsi Lengkap :: Kembali

UI - Skripsi (Membership) :: Kembali

UI - Skripsi (Membership)

Formulasi strategi pemasaran jasa teknologi informasi perbankan pada PT. Aplikanusa Lintasarta

Nomor Panggil S-pdf
Pengarang
Pengarang lain/Kontributor
Penerbitan [Place of publication not identified]: [Publisher not identified], 1990
Program Studi
Kata Kunci :  
 Info Lainnya
Pengarang
Sumber Pengatalogan LibUI ind rda
Tipe Konten text
Tipe Media computer
Tipe Carrier online resource
Deskripsi Fisik xv, 111 pages : illustration ; 28 cm + appendix
Catatan Bibliografi pages 109-111
Naskah Ringkas
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  •   File Digital: 0
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20303701
ABSTRAK
Perusahaan berada pada kehidupan yang berjalan di dalam lingkungan yang dinamis. Terhadap lingkungannya ini perusahaan harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi agar tidak terbawa pada situasi lingkungan yang mengancam kehidupannya. Sebaliknya mencari peluang-peluang yang dapat menunjang masa depannya. Untuk mengantisipasi segala ancaman yang dapat menghambat dan peluang yang akan menunjang pencapaian tujuan, perusahaan memerlukan strategi. PT Aplikanusa Lintasarta adalah sebuah perusahaan baru dan merupakan perusahaan pioneering yang bergerak dalam bidang usaha Pemindahan Informasi Secara Elektronis (PISE) dengan produk yang dijual kepada industri perbankan. Dalam usaha untuk mencapai tujuannya, maka perusahaan ini perlu menentukan strategi yang memberikan pedoman bagi pelaksanaan operasional perusahaan. Dalam menentukan strategi usaha ini, dilakukan analisa SWOT (Strengts Weaknesses, Opportunities dan Threats) terhadap perusahaan, Disini pendekatan dilakukan melalui 2 konsep yaitu dari Philip Kotler dan M.ichael E. Porter. Pendekatan Kottler digunakan untuk menganalisis lingkungan makro yang mempengaruhi industri secara tidak langsung. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan teknologi dan sosial budaya. Sedang pendekatan Porter digunakan untuk menganalisis industri sebagai ruang gerak perusahaan. Dari hasil analisa SWOT diperoleh kesimpulan bahwa lingkungan makro memberikan ekonomi, politik kesempatan yang mendukung terhadap perusahaan, dan dari analisa situasi persaingan didapat bahwa ancaman potensial berasal dari pemasok dan pembeli. Sedangkan dari analisa internal perusahaan didapat faktor sumber daya manusia; penguasaan teknologi; hubungan baik dengan penyelenggara telekomunikasi; sistem manajemen; dan sikap netral sebagai kekuatan perusahaan. Sebaliknya ketersediaan sumber daya manusia; manajerial maturity dari segi human relation skill; pola pelaksanaan program manajemen; dan keterbatasan dana untuk R & D merupakan faktor-faktor yang menjadi kelemahan perusahaan.