UI - Skripsi (Membership) :: Kembali

UI - Skripsi (Membership) :: Kembali

Sumber stress dan coping stress pada Anggota Reserse Polri dalam tugas investigasi kriminalitas di Jakarta

Nomor Panggil S3247
Pengarang
Pengarang lain/Kontributor
Subjek
Penerbitan [Place of publication not identified]: [Publisher not identified], 2003
Program Studi
 Abstrak
ABSTRAK Institusi kepolisian adalah penegak hukum sebagai salah satu dari komponen criminal justice system. Kriminalitas erat hubungannya dengan tugas Reserse sebagai salah satu fungsi teknis operasional kepolisian yang mengemban tugas dalam penegakan hukum yaitu investigasi kriminalitas yang artinya adalah serangkaian tindakan penyidikan pada setiap perbuatan yang terbukti melanggar hukum pidana. Rangkaian tindakan Reserse itu disebut tindakan represif yang terdiri dari penyelidikan, pemanggilan, penangkapan, pemeriksaan, penggeledahan, penyitaan, penahanan, dan penyerahan berkas perkara. Tugas investigasi kriminalitas Reserse sebagai polisi membutuhkan kehadiran langsung seorang polisi/Reserse yang tidak dapat digantikan oleh tehnologi yang paling canggih sekalipun (Kunarto, 1995), sebab sumber dasar kepolisian adalah manusianya, tehnologi hanyalah sebagai alat bantu dalam melaksanakan tugas kepolisian (Bayley, 1994). Sebagai penyidik kejahatan dan penegak hukum, Reserse merupakan pekerjaan yang berkaitan kejahatan dan kekerasan yang dapat menimbulkan stres. Beberapa aspek pekerjaan polisi/Reserse yang dapat menimbulkan stres yaitu sistem pengadilan, administrasi kepolisian, sarana/peralatan, hubungan dengan masyarakat, sistem pergantian tugas, tanggung jawab terhadap tugas dan keterpisahan sosial (Kroes, Margolis, dan Hurrel, 1974). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber stres dan coping stres anggota Reserse dalam tugas investigasi kriminalitas di Jakarta serta strategi coping apa yang paling banyak digunakan. Metode pengambilan sampel penelitian ini adalah non-probability sampling dengan teknik purpusive sampling. Desain penelitian ini bertipe non experimental design yang bersifat ex posi facto field study yang dilakukan di Polda Metro Jaya dan jajarannya dengan subyek 146 orang anggota Reserse Polri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumber stres anggota Reserse Polri dalam tugas investigasi kriminalitas di Jakarta berdasarkakan intensitasnya berturutturut yaitu: administrasi kepolisian, tanggung jawab terhadap tugas, sistem pergantian dalam tugas, hubungan dengan masyarakat, sistem pengadilan, keterpisahan sosial, dan yang terahir sarana dan prasarana. Strategi coping yang digunakan anggota Reserse Polri dalam tugas investigasi kriminalitas di Jakarta yaitu Problem-Focused Coping. Emotion-Focused Coping, dan Maladaptive Coping. Problem-Focused Coping lebih banyak digunakan oleh anggota Reserse Polri dalam tugas investigasi kriminalitas di Jakarta, kemudian diikuti Emotion-Focused Coping dan Maladaptive Coping.
 File Digital: 1
Shelf
 S3247-Hairil Susanto.pdf ::

Akses untuk anggota Perpustakaan Universitas Indonesia, silahkan

 Info Lainnya
Naskah Ringkas :
Kode Bahasa : ind
Sumber Pengatalogan :
Tipe Konten : text
Tipe Media : unmediated ; computer
Tipe Carrier : volume ; online resource
Deskripsi Fisik : vii, 101 pages ; 28 cm + appendix
Catatan Bibliografi : pages 97-101
Lembaga Pemilik : Universitas Indonesia
Lokasi : Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • Ulasan
  • Sampul
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
S3247 14-19-540896139 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20287392
ABSTRAK
Institusi kepolisian adalah penegak hukum sebagai salah satu dari komponen
criminal justice system. Kriminalitas erat hubungannya dengan tugas Reserse sebagai
salah satu fungsi teknis operasional kepolisian yang mengemban tugas dalam
penegakan hukum yaitu investigasi kriminalitas yang artinya adalah serangkaian
tindakan penyidikan pada setiap perbuatan yang terbukti melanggar hukum pidana.
Rangkaian tindakan Reserse itu disebut tindakan represif yang terdiri dari
penyelidikan, pemanggilan, penangkapan, pemeriksaan, penggeledahan, penyitaan,
penahanan, dan penyerahan berkas perkara.
Tugas investigasi kriminalitas Reserse sebagai polisi membutuhkan kehadiran
langsung seorang polisi/Reserse yang tidak dapat digantikan oleh tehnologi yang
paling canggih sekalipun (Kunarto, 1995), sebab sumber dasar kepolisian adalah
manusianya, tehnologi hanyalah sebagai alat bantu dalam melaksanakan tugas
kepolisian (Bayley, 1994). Sebagai penyidik kejahatan dan penegak hukum, Reserse
merupakan pekerjaan yang berkaitan kejahatan dan kekerasan yang dapat
menimbulkan stres. Beberapa aspek pekerjaan polisi/Reserse yang dapat
menimbulkan stres yaitu sistem pengadilan, administrasi kepolisian, sarana/peralatan,
hubungan dengan masyarakat, sistem pergantian tugas, tanggung jawab terhadap
tugas dan keterpisahan sosial (Kroes, Margolis, dan Hurrel, 1974).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber stres dan coping stres
anggota Reserse dalam tugas investigasi kriminalitas di Jakarta serta strategi coping
apa yang paling banyak digunakan. Metode pengambilan sampel penelitian ini adalah
non-probability sampling dengan teknik purpusive sampling. Desain penelitian ini
bertipe non experimental design yang bersifat ex posi facto field study yang dilakukan
di Polda Metro Jaya dan jajarannya dengan subyek 146 orang anggota Reserse Polri.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumber stres anggota Reserse Polri
dalam tugas investigasi kriminalitas di Jakarta berdasarkakan intensitasnya berturutturut
yaitu: administrasi kepolisian, tanggung jawab terhadap tugas, sistem pergantian
dalam tugas, hubungan dengan masyarakat, sistem pengadilan, keterpisahan sosial,
dan yang terahir sarana dan prasarana.
Strategi coping yang digunakan anggota Reserse Polri dalam tugas
investigasi kriminalitas di Jakarta yaitu Problem-Focused Coping. Emotion-Focused
Coping, dan Maladaptive Coping. Problem-Focused Coping lebih banyak digunakan
oleh anggota Reserse Polri dalam tugas investigasi kriminalitas di Jakarta, kemudian
diikuti Emotion-Focused Coping dan Maladaptive Coping.