UI - Skripsi (Membership) :: Kembali

UI - Skripsi (Membership) :: Kembali

Perbuatan melanggar hukum oleh dokter suatu tinjauan terhadap aspek hukum kesehatan

Nomor Panggil S-Pdf
Pengarang
Pengarang lain/Kontributor
Subjek
Penerbitan Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 1985
Program Studi
 Abstrak
ABSTRAK Dunia kedokteran telah maju dengan sangat pesat. Pe nemuan-^p.enemuan baru sangat membantu para dokter \intxik. menyembuhkan pasien-pasiennya, suatu penyakit yang dulu itierupakan momok sekarang sudah dianggap penyakit ringan. Tetapi apakah kemajuan itu ditunjang dengan mutu da ri pelayanan kesehatan ? Ternyata didunia ada kecenderungan yang meningkat , suatu pandangan bahvja dokter harus bertanggung jav/ab atas perbuatannya yang merugikan pasien. Suatu pandangan yang dahulu dianggap taboo karena dokter adalah.makhliik yang mu lia, yang berusaha untuk menolong jiwa sesama manusia. Sehingga tidak wajar bila ia ditiintut untuk mengganti keru gian. Inti dari tugas seorang dokter terhadap pasiennya - adalah untuk mengadakan pemeliharaan, pengabdian dan usaha yang perlu untuk mencapai pemulihan kesehatan pasien, de ngan mempergunakan data terbaru dari ilmu kedokteran yang. dapat dianggap diketahui oleh seorang dokter yang normal. Sampai sejauh manakah dapat dikatakan bahwa seorang dokter telah mengadakan suatu kesalahan profesi dokter ? "Seorang dokter bila tidak memeriksa, tidak menilai, memeriksa, meneliti, berbuat atau membiarkan sesuatu, dapat dikatakan telah melakukan kesalahan profesi dokter." tidak berbuat atau tidak membiarkan sesuatu yang oleh dok ter yang baik pada umumnya, daiam situasi yang sama, akan Bagaiitianakah penentuan kriteria itu secara hukuiti ? Pasal 1365 & 1366 KUH Perdata ( Ketentuan tentang Perbuatan Melanggar Hukum ) dapat digunakan untuk menentiikan kesalah an dokter tersebut. PMH yang dianut sekarang adalah P.M.H. dalam arti lu as seperti yang dikemukakan dalam Revolutie Arrest tanggal 31 Januari 1919 yang mengandung 4 kategori, yaitu : 1. Bertentangan dengan kewajiban hukirni pelaku 2. Melanggar hak subyektif orang lain 3. Melanggar kaidah tata susila 4. Melanggar. dengan kepatutan, ketelitian dan kehati hatian. Dengan menggnhakan P.M.H. beserta segala teori-teorj_ nya dan dengan bantuan Kode Etik Kedokteran Indonesia dapat lah kiranya dipecahkan masalah tersebut diatas. Tetapi suatu hal yang perlu diingat ialah walaupun bagaimanapun juga, seorang dokter mehjalankan tugas yang, mulia v sehingga hukimi harus bertindak secara hati-hati, bila terja di hukum "Maur " hantun kromo" dikhawatirkan para dokter akan takut memeriksa & mengobati pasien karena khawatir akan dituntut dimiika pengadilan. Akibat yang seperti ini sejauhmungkin harus dihihdarkan.
 File Digital: 1
Shelf
 S19667-Al Hakim Hanafiah.pdf ::
 Info Lainnya
001 Hak Akses (open/membership)membership
700 Entri Tambahan Nama OrangZ. Asikin Kusumah Atmadja, supervisor
336 Content Typetext (rdacontent)
264b Nama PenerbitFakultas Hukum Universitas Indonesia
710 Entri Tambahan Badan KorporasiUniversitas Indonesia. Fakultas Hukum
049 No. Barkod14-19-858266258
852 LokasiPerpustakaan UI, Lantai 3
504 Catatan Bibliografipages 241-244
338 Carrier Typeonline resource (rdacarrier)
590 Cat. Sumber Pengadaan KoleksiDeposit
903 Stock OpnameRekatalogisasi TA 2013
053 No. Induk14-19-858266258
Tahun Buka Akses
653 Kata Kunciperbuatan melanggat hukum; dokter; aspek hukum kesehatan; hukum perikatan
040 Sumber PengataloganLibUI ind rda
245 Judul UtamaPerbuatan melanggar hukum oleh dokter suatu tinjauan terhadap aspek hukum kesehatan
264c Tahun Terbit1985
650 Subyek TopikMedical laws and legislation--Indonesia.
850 Lembaga PemilikUniversitas Indonesia
904b Pemeriksa Lembar KerjaTanti
520 Ringkasan/Abstrak/IntisariABSTRAK
Dunia kedokteran telah maju dengan sangat pesat. Pe nemuan-^p.enemuan baru sangat membantu para dokter \intxik. menyembuhkan pasien-pasiennya, suatu penyakit yang dulu itierupakan momok sekarang sudah dianggap penyakit ringan.

Tetapi apakah kemajuan itu ditunjang dengan mutu da ri pelayanan kesehatan ?

Ternyata didunia ada kecenderungan yang meningkat , suatu pandangan bahvja dokter harus bertanggung jav/ab atas perbuatannya yang merugikan pasien. Suatu pandangan yang dahulu dianggap taboo karena dokter adalah.makhliik yang mu lia, yang berusaha untuk menolong jiwa sesama manusia. Sehingga tidak wajar bila ia ditiintut untuk mengganti keru gian.

Inti dari tugas seorang dokter terhadap pasiennya - adalah untuk mengadakan pemeliharaan, pengabdian dan usaha yang perlu untuk mencapai pemulihan kesehatan pasien, de ngan mempergunakan data terbaru dari ilmu kedokteran yang. dapat dianggap diketahui oleh seorang dokter yang normal.

Sampai sejauh manakah dapat dikatakan bahwa seorang dokter telah mengadakan suatu kesalahan profesi dokter ?

"Seorang dokter bila tidak memeriksa, tidak menilai, memeriksa, meneliti, berbuat atau membiarkan sesuatu, dapat dikatakan telah melakukan kesalahan profesi dokter." tidak berbuat atau tidak membiarkan sesuatu yang oleh dok ter yang baik pada umumnya, daiam situasi yang sama, akan

Bagaiitianakah penentuan kriteria itu secara hukuiti ? Pasal 1365 & 1366 KUH Perdata ( Ketentuan tentang Perbuatan Melanggar Hukum ) dapat digunakan untuk menentiikan kesalah an dokter tersebut.

PMH yang dianut sekarang adalah P.M.H. dalam arti lu as seperti yang dikemukakan dalam Revolutie Arrest tanggal 31 Januari 1919 yang mengandung 4 kategori, yaitu : 1. Bertentangan dengan kewajiban hukirni pelaku 2. Melanggar hak subyektif orang lain 3. Melanggar kaidah tata susila 4. Melanggar. dengan kepatutan, ketelitian dan kehati hatian.

Dengan menggnhakan P.M.H. beserta segala teori-teorj_ nya dan dengan bantuan Kode Etik Kedokteran Indonesia dapat lah kiranya dipecahkan masalah tersebut diatas.

Tetapi suatu hal yang perlu diingat ialah walaupun bagaimanapun juga, seorang dokter mehjalankan tugas yang, mulia v sehingga hukimi harus bertindak secara hati-hati, bila terja di hukum "Maur " hantun kromo" dikhawatirkan para dokter akan takut memeriksa & mengobati pasien karena khawatir akan dituntut dimiika pengadilan. Akibat yang seperti ini sejauhmungkin harus dihihdarkan.
090 No. Panggil SetempatS-Pdf
d-Entri Utama Nama Orang
500 Catatan UmumDapat diakses di UIANA (lib.ui.ac.id) saja
d-Entri Tambahan Nama Orang
337 Media Typecomputer (rdamedia)
526 Catatan Informasi Program StudiIlmu Hukum
100 Entri Utama Nama OrangAl hakim Hanafiah, author
264a Kota TerbitDepok
300 Deskripsi Fisikx, 240 pages : illustration ; 28 cm
904a Pengisi Lembar Kerjadedi; Naufal-April2019
Akses Naskah Ringkas
856 Akses dan Lokasi Elektronik
502 Catatan Jenis KaryaSkripsi
246 Judul Alternatif
041 Kode Bahasaind
  • Ketersediaan
  • Ulasan
  • Sampul
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
S-Pdf 14-19-858266258 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20201966
ABSTRAK
Dunia kedokteran telah maju dengan sangat pesat. Pe
nemuan-^p.enemuan baru sangat membantu para dokter \intxik. menyembuhkan
pasien-pasiennya, suatu penyakit yang dulu itierupakan
momok sekarang sudah dianggap penyakit ringan.

Tetapi apakah kemajuan itu ditunjang dengan mutu da
ri pelayanan kesehatan ?

Ternyata didunia ada kecenderungan yang meningkat ,
suatu pandangan bahvja dokter harus bertanggung jav/ab atas
perbuatannya yang merugikan pasien. Suatu pandangan yang
dahulu dianggap taboo karena dokter adalah.makhliik yang mu
lia, yang berusaha untuk menolong jiwa sesama manusia.
Sehingga tidak wajar bila ia ditiintut untuk mengganti keru
gian.

Inti dari tugas seorang dokter terhadap pasiennya -
adalah untuk mengadakan pemeliharaan, pengabdian dan usaha
yang perlu untuk mencapai pemulihan kesehatan pasien, de
ngan mempergunakan data terbaru dari ilmu kedokteran yang.
dapat dianggap diketahui oleh seorang dokter yang normal.

Sampai sejauh manakah dapat dikatakan bahwa seorang
dokter telah mengadakan suatu kesalahan profesi dokter ?

"Seorang dokter bila tidak memeriksa, tidak menilai, memeriksa, meneliti, berbuat atau membiarkan sesuatu, dapat
dikatakan telah melakukan kesalahan profesi dokter."
tidak berbuat atau tidak membiarkan sesuatu yang oleh dok
ter yang baik pada umumnya, daiam situasi yang sama, akan

Bagaiitianakah penentuan kriteria itu secara hukuiti ?
Pasal 1365 & 1366 KUH Perdata ( Ketentuan tentang Perbuatan
Melanggar Hukum ) dapat digunakan untuk menentiikan kesalah
an dokter tersebut.

PMH yang dianut sekarang adalah P.M.H. dalam arti lu
as seperti yang dikemukakan dalam Revolutie Arrest tanggal
31 Januari 1919 yang mengandung 4 kategori, yaitu :
1. Bertentangan dengan kewajiban hukirni pelaku
2. Melanggar hak subyektif orang lain
3. Melanggar kaidah tata susila
4. Melanggar. dengan kepatutan, ketelitian dan kehati
hatian.

Dengan menggnhakan P.M.H. beserta segala teori-teorj_
nya dan dengan bantuan Kode Etik Kedokteran Indonesia dapat
lah kiranya dipecahkan masalah tersebut diatas.

Tetapi suatu hal yang perlu diingat ialah walaupun bagaimanapun
juga, seorang dokter mehjalankan tugas yang, mulia v
sehingga hukimi harus bertindak secara hati-hati, bila terja
di hukum "Maur " hantun kromo" dikhawatirkan para dokter
akan takut memeriksa & mengobati pasien karena khawatir akan
dituntut dimiika pengadilan. Akibat yang seperti ini sejauhmungkin
harus dihihdarkan.